Konsep Pendidikan Luar Sekolah

A. Memahami Konsep pendidikan Luar Sekolah
Untuk memahami konsep PLS, kita dapat meninjaunya dari dua sudut
pandang :
1. Konsep konvensional dari pendidikan
Menurut pandangan ini, pendidikan luar sekolah dapat dipahami secara
berdampingan dengan pendidikan persekolahan, keduanya dibandingkan dan
ditelaah perbedaan dan persamaannya. Klasifikasi pendidikan luar sekolah
yang dibedakan dari pendidikan persekolahan ditinjau dari segi : Tujuan, sistem
peluncuran (delivery system), karakteristik paedagogik, hirarki dalam struktur
program ”Cradential” dan kebutuhan.

2. Dinamika tujuan dalam proses pendidikan
Menurut pandangan ini, pendidikan luar sekolah dipandang dalam konteks
pendidikan secara keseluruhan. Mana yang tergolong PLS, pendidikan
persekolahan (formal) dan pendidikan informal bergantung kepada dinamika
kesadaran tujuan tentang proses pendidikan dari pihak sumber belajar
(pendidik) dari pihak warga belajar (anak didik). Titik tolaknya adalah unsur-
unsur pendidikan yang utama adalah belajar, sumber belajar dan yang belajar.

Gambar 1
Paradigma Klasifikasi Pendidikan


Secara teoritis, perkembangan pendidikan terjadi mula-mula dalam kaitan
dengan kotak D. Semakin disadari makna belajar oleh warga belajar, dan
sejumlah kegiatan belajar, menjadi terorganisasikan serta warga belajar
menjadi dasar bahwa sumber yang sangat bermanfaat untuk pengembangan
belajar secara terorganisasikan, maka semakin diwujudkan, untuk mewujudkan
kontak B dan C yaitu pendidikan In Formal, dan lebih lanjut kotak A yaitu
pendidikan formal (persekolahan) dan pendidikan non formal (luar sekolah).
Jika ditelaah dianalisis lebih jauh, maka program pendidikan luar sekolah
disusun dengan memperhatikan tujuan, partisipasi, metode, materi belajar,
evaluasi, dan struktur organisasi dari program tersebut.

C. Fungsi Pendidikan Luar Sekolah

Ditinjau dari kaitannya dengan pendidikan persekolahan, maka PLS bisa
berfungsi sebagai suplemen, komplemen dan subsitusi.
Suplemen berarti penambah atau tambahan. Berarti materi yang diajarkan
berfungsi sebagai tambahan terhadap materi yang diajarkan disekolah.
Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler termasuk kategori ini.

Komplemen berarti pelengkap atau melengkapi. Berarti materi yang disajikan
dalam program PLS berfungsi melengkapi hal-hal yang diperoleh disekolah. Ini
disebabkan karena tidak semua hal dapat dituangkan dalam kurikulum sekolah.
Disamping itu ada hal-hal yang baik, isi maupun penyampaiannya, tidak biasa
diberikan di sekolah.

Subsitusi berarti pengganti atau menggantikan. Berarti materi yang diajarkan
adalah identik dengan materi yang biasanya diajarkan di sekolah. Program ini
ditujukan bagi mereka yang tidak pernah bersekolah atau putus sekolah dasar.

Sumber:
http://sipoel.unimed.ac.id/file.php/356/KUMPULAN_MATERI_1/MATERI/KONSEP_PENDIDIKAN_LUAR_SEKOLAH3.doc

~ oleh rinawahyu42 pada Juni 2, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: